Perkembangan handphone yang semakin canggih mendorong lahirnya usahausaha pendukungnya. Salah satu usaha yang makin merebak ditekuni orang adatah usaha ringtone. Bagaimana tidak? Investasi awal usahanya alias modal awal yang dibutuhkan sangat kecil dan setanjutnya hanya meng-update lagu yang juga tidak butuh dana besar. Usaha ini ternyata tidak hanya booming di kota-kota besar tapi juga di daerah-daerah. Selain karena usaha ini gampang ditiru dan tidak membutuhkan keahlian khusus, tren pengguna dan penyuka variasi ringtone di daerah pun semakin marak. Seberapa besar keuntungan yang diperoleh dalam usaha ini dan bagaimana potensi pasarnya?
Ringtone apa yang saat ini menjadi favoritmu? Mungkin ada ragam jawaban yang mencuat, antara lain lagu Kucing Garong atau Nakal-nya Gigi yang sedang diminati banyak orang. Apa pun lagu kesukaan Anda, yang pasti usaha ringtone ini akan terus berkembang karena pada dasarnya para pecinta handphone akan terus meng-update ringtone-rongtone terbarunya. Sudanang Dananjaya, Pengamat Seluler mengatakan bahwa usaha ini memiliki prospek yang cerah karena orang yang memiliki handphone biasanya membutuhkan ringtone sebagai salah satu fitur favorit. Pandangan ini dipertegas oleh Roy Suryo, Pengamat dan Pakar Telematika yang mengatakan bahwa usaha ini memang lagi booming karena pada dasarnya setiap orang tidak bisa lepas dari musik. Dan, sarana yang paling simpel untuk mendengarkan lagu adalah ringtone di handphone.
Dengan potensi pasar yang menggiurkan, tentu saja banyak pemain yang turun di usaha ini, dan akibatnya persaingan usahanyapun lumayan ketat. Agar mampu bersaing maka Sudanang menganjurkan agar terus mengupdate ringtone-ringtone terbaru yang sedang menjadi tren. "Jangan sekali-kali ketinggalan zaman karena biasanya ringtone ini bertahan di pasar hanya satu sampai tiga bulan," imbuhnya menambahkan. Pemahaman Sudanang ini, dipertegas oleh salah satu pelaku usaha, Paulus yang mengatakan bahwa walaupun persaingan di usaha ini ketat, bukan berarti tidak berpeluang. Asal mampu memberikan pelayanan dan kualitas yang terbaik maka Anda akan memenangkan persaingan. Karena pada dasarnya, dalam membangun usaha bukan produk yang utama tapi harus sumberdaya manusianya yang diberdayakan sehingga produk yang dijual bisa diterima pasar dengan balk.
Segmentasi Pasar. Dengan pelayanan yang baik, harus diikuti dengan kejelian menyasar segmentasi pasar yang akan dituju. Harus diakui bahwa ringtone merupakan produk yang banyak digandrungi oleh kalangan muda seperti anak-anak sekolah maupun mahasiswa. Walaupun demikian, bukan berarti kalangan dewasa seperti orang kantoran, bahkan ibu-ibu rumah tangga, tidak tertarik dengan ringtone. "Ini menunjukkan bahwa produk ini disukai segala umur dan kalangan," papar Roy Suryo.
Walaupun segmentasi pasarnya untuk berbagai kalangan, tapi akan lebih baik jika para pelaku usaha menentukan segmen yang akan dituju. Karena dengan menentukan segmen maka akan berpengaruh pada lokasi usaha. Apakah akan memilih dekat sekolah dan kampus, berdekatan dengan perumahan atau yang memilih menjual produknya di mal. "Karena pada dasarnya usaha ringtone sangat berkaitan erat dengan kemauan pasar," imbuh Paulus, salah satu pelaku usaha ringtone di perumahan.
Selain segmentasi pasar, hal yang tak kalah pentingnya yang harus diperhatikan adalah para pelaku usaha harus tetap meng-update lagu-lagu terbaru agar tidak ketinggalan zaman. "Tanpa updating lagu, maka pasti para pelanggan akan mencari tempat lain yang bisa memenuhi keinginan para customer ini," papar Wahyu, pelaku usaha ringrone di pinggir jalan.
Agar tidak ketinggalan lagulagu terbaru maka para pelaku usaha harus rajin memantau perkembangan terbaru di televisi. Selain itu, bisa juga membeli CD yang kemudian di-copy diicomputer atau bisa juga dengan cara para pelaku usaha mengunjungi situs-situs gratis di internet antara lain www.forum.jawir.com, www. oxygenphonemanager.com dan www.multiply.com.
Mudah Dipelajari Secara Otodidak. Bagi yang ingin berkecimpung di usaha ringtone, tidak perlu takut jika tidak memiliki kemampuan teknis karena pada dasarnya yang penting bisa mengoperasikan komputer dan cara men-download dari internet sudah merupakan modal dalam menekuni usaha ini. Jadi tidak membutuhkan keahlian khusus, asal mau belajar maka pasti akan bisa memahami dan bisa terjun di usaha ini.
Dengan demikian, peluang usaha ini tidak hanya berkembang di kota-kota besar tapi juga di daerah. Sudanang menjelaskan potensi bisnis ringtone untuk dikembangkan di daerah-daerah sangat bagus sekali karena pemain di daerah masih sangat sedikit dibandingkan dengan kota-kota besar. Apalagi perkembangan teknologi yang makin canggih sehingga orang daerah pun tak mau ketinggalan dengan perkembangan yang terjadi di kota-kota besar. Ini berarti usaha ini memiliki potensi yang besar dikembangkan di daerah dikarena harga jual ringtone yang lebih mahal. Contohnya, di Maluku Utara harga ringtone 4 lagu mencapai Rp 20 ribu, sedangkan di Jawa hanya Rp 10 ribu untuk 3 buah lagu.
Lebih Menguntungkan Usaha di Mal. Seiring dengan makin gampangnya handphone dijangkau oleh berbagai lapisan, usaha ini memang menggiurkan. Bagaimana tidak, dengan modal yang kecil serta peralatan seadanya, Anda sudah bisa memulai usaha. Lihat saja Paulus yang memulai usaha hanya bermodal Rp 1, 5 juta. Artinya, jika ingin menekuni usaha ini modal utamanya adalah kemauan, maka usaha tersebut dapat berkembang pesat. Ini dibuktikan oleh Edo, salah satu pelaku usaha ringtone yang memulai usaha dengan modal hanya 1 komputer rakitan dan hanya dalam rentang waktu 2 tahun telah memiliki 6 konter ringtone yang semuanya berada di satu area yang sama yaitu ITC Roxy Mas, Jakarta Barat.
Memang harus diakui bahwa usaha ringtone di pusat perbelanjaan handphone lebih menguntungkan. Ini dikarenakan semua orang yang datang ke tempat tersebut pasti mempunyai tujuan yang berkaitan dengan handphone, entah untuk membeli, memperbaiki handphone, atau pun untuk mengisi lagu ringtone. Oleh karena itu, lokasi seperti ini merupakan tempat yang tepat dalam menekuni dan mengembangkan usaha ringtone. Apalagi keuntungan yang diperoleh dengan membuka usaha di pusat perbelanjaan lebih dari 60%. Namun, harus diingat bahwa pelaku usaha yang sama di mal semakin banyak sehingga harus ada standar harga yang sama, atau Anda tidak bisa bermain dengan harga. Selain itu, usaha di mal sangat tergantung pada jam buka-tutup mal.
Sementara itu, jika Anda memilih usaha di kompleks perumahan atau pinggir jalan, keuntungannya pun tidak kalah dengan yang di mal, rata-rata bisa 50% dari omset. Kelebihannya, rentang waktu buka lebih lama, bahkan bisa 24 jam. Selain itu, harga yang dipatok pun tergantung pada segmentasi pasar yang disasar dan bisa bermain dengan harga.
Nah, agar bisa tetap survive di usaha ini maka ada beberapa tips yang layak diperhatikan antara lain:
Lokasi usaha harus di tempat strategis terutama di tempat-tempat berkumpulnya
anak remaja, kuliahan, maupun orang kantoran seperti mall. Kemudian Anda juga harus
mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen clan lengkapi koleksi lagu sehingga tetap up-to-date. Lakukan juga promosi dengan menyebar brosur-brosur di mana di dalam brosur tercantum reward apabila konsumen men-download berapa lagu maka akan mendapatkan cinderamata gratis seperti gantungan kunci atau bisa yang lucu-lucu. Dengan demikian, maka para customer dimanjain dengan reward-reward tersebut, sehingga mereka akan kembali ke tempat usaha yang memberi mereka keuntungan. Tertarik menggeluti usaha ini? Dessy HA – Peluang Usaha