Thursday, November 29, 2007

USAHA RINGTONE

Perkembangan handphone yang semakin canggih mendorong lahirnya usaha­usaha pendukungnya. Salah satu usaha yang makin merebak ditekuni orang adatah usaha ringtone. Bagaimana tidak? Investasi awal usahanya alias modal awal yang dibutuhkan sangat kecil dan setanjutnya hanya meng-update lagu yang juga tidak butuh dana besar. Usaha ini ternyata tidak hanya booming di kota-kota besar tapi juga di daerah-daerah. Selain karena usaha ini gampang ditiru dan tidak membutuhkan keahlian khusus, tren pengguna dan penyuka variasi ringtone di daerah pun semakin marak. Seberapa besar keuntungan yang diperoleh dalam usaha ini dan bagaimana potensi pasarnya?

Ringtone apa yang saat ini menjadi favoritmu? Mungkin ada ragam ja­waban yang mencuat, antara lain lagu Kucing Garong atau Nakal-nya Gigi yang sedang diminati banyak orang. Apa pun lagu kesukaan Anda, yang pasti usaha ringtone ini akan terus berkembang karena pada dasar­nya para pecinta handphone akan terus meng-update ring­tone-rongtone terbarunya. Suda­nang Dananjaya, Pengamat Selu­ler mengatakan bahwa usaha ini memiliki prospek yang cerah karena orang yang memiliki handphone biasanya membutuh­kan ringtone sebagai salah satu fitur favorit. Pandangan ini di­pertegas oleh Roy Suryo, Penga­mat dan Pakar Telematika yang mengatakan bahwa usaha ini memang lagi booming karena pada dasarnya setiap orang tidak bisa lepas dari musik. Dan, sarana yang paling simpel untuk men­dengarkan lagu adalah ringtone di handphone.

Dengan potensi pasar yang menggiurkan, tentu saja banyak pemain yang turun di usaha ini, dan akibatnya persaingan usaha­nyapun lumayan ketat. Agar mampu bersaing maka Sudanang menganjurkan agar terus meng­update ringtone-ringtone terbaru yang sedang menjadi tren. "Jangan sekali-kali ketinggalan zaman karena biasanya ringtone ini bertahan di pasar hanya satu sampai tiga bulan," imbuhnya menambahkan. Pemahaman Su­danang ini, dipertegas oleh salah satu pelaku usaha, Paulus yang mengatakan bahwa walaupun persaingan di usaha ini ketat, bukan berarti tidak berpeluang. Asal mampu memberikan pelaya­nan dan kualitas yang terbaik ma­ka Anda akan memenangkan per­saingan. Karena pada dasarnya, da­lam membangun usaha bukan produk yang utama tapi harus sumberdaya manusianya yang di­berdayakan sehingga produk yang dijual bisa diterima pasar dengan balk.

Segmentasi Pasar. Dengan pelayanan yang baik, harus diikuti dengan kejelian menyasar seg­mentasi pasar yang akan dituju. Harus diakui bahwa ringtone me­rupakan produk yang banyak di­gandrungi oleh kalangan muda seperti anak-anak sekolah maupun mahasiswa. Walaupun demikian, bukan berarti kalangan dewasa seperti orang kantoran, bahkan ibu-ibu rumah tangga, tidak tertarik dengan ringtone. "Ini me­nunjukkan bahwa produk ini di­sukai segala umur dan kalangan," papar Roy Suryo.

Walaupun segmentasi pasarnya untuk berbagai kalangan, tapi akan lebih baik jika para pelaku usaha menentukan segmen yang akan dituju. Karena dengan menentukan segmen maka akan berpengaruh pada lokasi usaha. Apakah akan memilih dekat sekolah dan kam­pus, berdekatan dengan peruma­han atau yang memilih menjual produknya di mal. "Karena pada dasarnya usaha ringtone sangat berkaitan erat dengan kemauan pasar," imbuh Paulus, salah satu pelaku usaha ringtone di pe­rumahan.

Selain segmentasi pasar, hal yang tak kalah pentingnya yang harus diperhatikan adalah para pe­laku usaha harus tetap meng-up­date lagu-lagu terbaru agar tidak ketinggalan zaman. "Tanpa updat­ing lagu, maka pasti para pe­langgan akan mencari tempat lain yang bisa memenuhi keinginan para customer ini," papar Wahyu, pelaku usaha ringrone di pinggir jalan.

Agar tidak ketinggalan lagu­lagu terbaru maka para pelaku usaha harus rajin memantau per­kembangan terbaru di televisi. Se­lain itu, bisa juga membeli CD yang kemudian di-copy diicompu­ter atau bisa juga dengan cara pa­ra pelaku usaha mengunjungi si­tus-situs gratis di internet antara lain www.forum.jawir.com, www. oxygenphonemanager.com dan www.multiply.com.

Mudah Dipelajari Secara Otodidak. Bagi yang ingin berke­cimpung di usaha ringtone, tidak perlu takut jika tidak memiliki ke­mampuan teknis karena pada da­sarnya yang penting bisa meng­operasikan komputer dan cara men-download dari internet sudah merupakan modal dalam me­nekuni usaha ini. Jadi tidak mem­butuhkan keahlian khusus, asal mau belajar maka pasti akan bisa memahami dan bisa terjun di usaha ini.

Dengan demikian, peluang usaha ini tidak hanya berkembang di kota-kota besar tapi juga di daerah. Sudanang menjelaskan potensi bisnis ringtone untuk dikembangkan di daerah-daerah sangat bagus sekali karena pemain di daerah masih sangat sedikit dibandingkan dengan kota-kota besar. Apalagi perkembangan teknologi yang makin canggih sehingga orang daerah pun tak mau ketinggalan dengan perkem­bangan yang terjadi di kota-kota besar. Ini berarti usaha ini memi­liki potensi yang besar dikem­bangkan di daerah dikarena har­ga jual ringtone yang lebih ma­hal. Contohnya, di Maluku Utara harga ringtone 4 lagu mencapai Rp 20 ribu, sedangkan di Jawa hanya Rp 10 ribu untuk 3 buah lagu.

Lebih Menguntungkan Usa­ha di Mal. Seiring dengan makin gampangnya handphone dijan­gkau oleh berbagai lapisan, usaha ini memang menggiurkan. Bagai­mana tidak, dengan modal yang kecil serta peralatan seadanya, Anda sudah bisa memulai usaha. Lihat saja Paulus yang memulai usaha hanya bermodal Rp 1, 5 ju­ta. Artinya, jika ingin menekuni usaha ini modal utamanya adalah kemauan, maka usaha tersebut dapat berkembang pesat. Ini di­buktikan oleh Edo, salah satu pe­laku usaha ringtone yang memu­lai usaha dengan modal hanya 1 komputer rakitan dan hanya dalam rentang waktu 2 tahun telah memiliki 6 konter ringtone yang semuanya berada di satu area yang sama yaitu ITC Roxy Mas, Jakarta Barat.

Memang harus diakui bahwa usaha ringtone di pusat perbelan­jaan handphone lebih mengun­tungkan. Ini dikarenakan semua orang yang datang ke tempat ter­sebut pasti mempunyai tujuan yang berkaitan dengan handphone, en­tah untuk membeli, memperbaiki handphone, atau pun untuk mengi­si lagu ringtone. Oleh karena itu, lokasi seperti ini merupakan tempat yang tepat dalam menekuni dan mengembangkan usaha ringtone. Apalagi keuntungan yang diperoleh dengan membuka usaha di pusat perbelanjaan lebih dari 60%. Na­mun, harus diingat bahwa pelaku usaha yang sama di mal semakin banyak sehingga harus ada standar harga yang sama, atau Anda tidak bisa bermain dengan harga. Selain itu, usaha di mal sangat tergantung pada jam buka-tutup mal.

Sementara itu, jika Anda memi­lih usaha di kompleks perumahan atau pinggir jalan, keuntungannya pun tidak kalah dengan yang di mal, rata-rata bisa 50% dari omset. Kelebihannya, rentang waktu buka lebih lama, bahkan bisa 24 jam. Selain itu, harga yang dipatok pun tergantung pada segmentasi pasar yang disasar dan bisa bermain dengan harga.

Nah, agar bisa tetap survive di usaha ini maka ada beberapa tips yang layak diperhatikan antara lain:

Lokasi usaha harus di tempat­ strategis terutama di tempat-tempat berkumpulnya

anak remaja, kuliahan, maupun orang kantoran seperti mall. Kemudian Anda juga harus

mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen clan lengkapi koleksi lagu sehingga tetap up-to-date. Lakukan juga promosi dengan menyebar brosur-­brosur di mana di dalam brosur tercantum reward apabila konsu­men men-download berapa lagu maka akan mendapatkan cindera­mata gratis seperti gantungan kunci atau bisa yang lucu-lucu. De­ngan demikian, maka para custo­mer dimanjain dengan reward-re­ward tersebut, sehingga mereka akan kembali ke tempat usaha yang memberi mereka keuntu­ngan. Tertarik menggeluti usaha ini? Dessy HA – Peluang Usaha