Thursday, November 29, 2007

Mengeruk Laba dari Usaha Kue Kering Menjelang Lebaran

Mengeruk Laba dari Usaha Kue Kering Menjelang Lebaran
dan Lebih Menguntungkan Menjadi Pedagang Grosir

- Permintaan Pasar Melonjak antara 100 hingga 700% Menjelang Hari Raya

- Keuntungan Menjadi Pedagang Grosir Bisa Sampai 30%

Bebagai kudapan ringan yang disukai oleh hampir semua orang, permintaan kue kering selalu saja ada. Apalagi menje­lang perayaan hari besar yang jatuh hampir bersamaan yaitu Lebaran, Natal, dan Tahun Baru membuat permintaan pasar terhadap kue kering meningkat pesat. Seperti yang diungkapkan oleh Dedi Hidayat, pemilik J&C Cookies, bahwa kenaikan produksi kue kering­nya menjelang Lebaran mencapai 700 %. Untuk itu, ia telah menyiapkan modal usaha membuat kue kering khu­sus untuk menghadapi m o m e n Lebaran dengan mengge­lontorkan dana senilai Rp 3 miliar. hampir se­mua produ­sen sudah me­mulai aktivitas produksi kue kering sejak 2-3 bulan menjelang Lebaran guna menghadapi permintaan yang terus membanjir. Bahkan banyak di antaranya yang membatasi jangka waktu minimal pemesanannya yaitu seminggu sebelumnya seperti Aci Okan, Pemilik Melati Butter Cookies, produsen kue kering curah, Bogar, Menurut Sisca Susanto, pengamat kuli­ner pengerjaan produksi kue kering memang sebaiknya dilakukan jauh hari sebelum Lebaran tiba. Hal ini untuk menghindari mahalnya harga bahan baku kue kering yang sangat tinggi. "Saat ini bahan baku kue kering terus saja naik, untuk itu sebaiknya para produsen kue kering sudah menyetok bahan baku yang dibutuhkan misalnya saja mentega," urainya lugas.

Tidak Butuh Modal Besar. Sebenarnya bisnis kue kering bisa dilakukan semua orang karena bisnis ini bisa dipelajari sebelumnya. Bagi Anda yang tidak memiliki basic membuat kue kering dapat mengikuti kursus kue kering dengan jangka waktu belajar antara 1- 3 bulan, bahkan bagi yang ingin cepat paham bisa mengambil kelas privat. Apalagi jika Anda memiliki hobi membuat kue kering, tidak ada salahnya menyelami

hobi ini sebagai sebuah peluang usaha: Seperti.yang dilakukan oleh permilik Tasya Cake & Catering, Anna Yanawati Hukom yang tertarik membuat usaha kue kering karena tiap tahun pasti membuat sendiri kue kering yang akan disajikan kepada para tamu saat Lebaran tiba.

Dan sebagai pemula, Anda tak pertu khawatir soal bahan baku dan peralatan yang digunakan. Selain mudah dicari, harga bahan baku dan Peralatannya pun tidak terlalu mahal. Bahkan Ina Wiyandari, pemilik Ina Cook­ies memulai usahanya dari hasil meminjam peratatan kue kering dan bahan baku dari sang kakak,Tapi berkat keuletannya, ia mampu mengembang­kan usaha hingga menembus pasaran ekspor. Sisca Susanto mengungkapkan jika peralatan utama yang wajib ada hanya oven, cetakan, loyang, mixer, bahan kue, dan toples. ladi hanya dengan modal Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu seseorang sudah bisa memulai usaha membuat kue kering.

Tren Kue Kering Lebaran. Nah, agar kue kering yang Anda buat bisa meledak di pasaran sebaiknya Anda perlu mengikuti tren jenis kue kering saat Lebaran tiba. Meskipun tren kue kering sedang marak namun bentuk nastar dan kastengel dalam bentuk konvensional masih juga dicari terutama kalangan menengah ke bawah yang tidak terlalu memperhati­kan soal bentuk dan rasa karena yang penting harganya murah.

Strategi Pemasaran. Bila Anda ingin memasarkan kue kering, bisa memanfaatkan jaringan perkawanan Anda dengan saudara atau rekan sekitar, Siapkan juga sample atau tester untuk menguji apakah kue kering buatan Anda layak jual dan diminati oleh rekan Anda. Sebab, strategi yang paling jitu untuk seorang pemula adalah dengan cara promosi lanqsung ke calon konsumen.Tentu saja inovasi dari sisi rasa dan kualitas kue tetap harus dijaga antara lain dengan mengupayakan agar kue Anda bebas pengawet, dan melakukan cara-cara alami agar kue kering yang dibuat bisa bertahan cukup lama. Misalnya lewat pengovenan kue yang matang secara baik dan penggunaan bahan yang fresh Tidak kadaluwarsa.

Setelah kue kering Anda dikenal oleh masyarakat sekitar maka langkah selanjutnya adalah dengan mengikuti bazaar atau pameran yang diadakan instansi milk pemerintah dan biayanya ada yang free seperti misalnya Pameran yang diadakan Departemen Perdagangan, atau Dinas Pariwisata. Anda bisa juga mencoba menjual kue kering Anda lewat beberapa agen, pengamat mar­keting yang menyatakan strategi pal­ing jitu adalah dengan mengembang­kan sistem distribusi melalui agen atau distributor sebab dengan bantuan mereka pemasaran akan lebih luas dan merata. Hal ini pula yang mengantar­kan Dedi Hidayat, pemilik AC Cookies menjadi produsen kue sukses dengan jumlah produksi sebanyak 138 ton/tahun dengan omset miliaran rupiah.
(Peluang Usaha)