Thursday, November 29, 2007

USAHA RINGTONE

Perkembangan handphone yang semakin canggih mendorong lahirnya usaha­usaha pendukungnya. Salah satu usaha yang makin merebak ditekuni orang adatah usaha ringtone. Bagaimana tidak? Investasi awal usahanya alias modal awal yang dibutuhkan sangat kecil dan setanjutnya hanya meng-update lagu yang juga tidak butuh dana besar. Usaha ini ternyata tidak hanya booming di kota-kota besar tapi juga di daerah-daerah. Selain karena usaha ini gampang ditiru dan tidak membutuhkan keahlian khusus, tren pengguna dan penyuka variasi ringtone di daerah pun semakin marak. Seberapa besar keuntungan yang diperoleh dalam usaha ini dan bagaimana potensi pasarnya?

Ringtone apa yang saat ini menjadi favoritmu? Mungkin ada ragam ja­waban yang mencuat, antara lain lagu Kucing Garong atau Nakal-nya Gigi yang sedang diminati banyak orang. Apa pun lagu kesukaan Anda, yang pasti usaha ringtone ini akan terus berkembang karena pada dasar­nya para pecinta handphone akan terus meng-update ring­tone-rongtone terbarunya. Suda­nang Dananjaya, Pengamat Selu­ler mengatakan bahwa usaha ini memiliki prospek yang cerah karena orang yang memiliki handphone biasanya membutuh­kan ringtone sebagai salah satu fitur favorit. Pandangan ini di­pertegas oleh Roy Suryo, Penga­mat dan Pakar Telematika yang mengatakan bahwa usaha ini memang lagi booming karena pada dasarnya setiap orang tidak bisa lepas dari musik. Dan, sarana yang paling simpel untuk men­dengarkan lagu adalah ringtone di handphone.

Dengan potensi pasar yang menggiurkan, tentu saja banyak pemain yang turun di usaha ini, dan akibatnya persaingan usaha­nyapun lumayan ketat. Agar mampu bersaing maka Sudanang menganjurkan agar terus meng­update ringtone-ringtone terbaru yang sedang menjadi tren. "Jangan sekali-kali ketinggalan zaman karena biasanya ringtone ini bertahan di pasar hanya satu sampai tiga bulan," imbuhnya menambahkan. Pemahaman Su­danang ini, dipertegas oleh salah satu pelaku usaha, Paulus yang mengatakan bahwa walaupun persaingan di usaha ini ketat, bukan berarti tidak berpeluang. Asal mampu memberikan pelaya­nan dan kualitas yang terbaik ma­ka Anda akan memenangkan per­saingan. Karena pada dasarnya, da­lam membangun usaha bukan produk yang utama tapi harus sumberdaya manusianya yang di­berdayakan sehingga produk yang dijual bisa diterima pasar dengan balk.

Segmentasi Pasar. Dengan pelayanan yang baik, harus diikuti dengan kejelian menyasar seg­mentasi pasar yang akan dituju. Harus diakui bahwa ringtone me­rupakan produk yang banyak di­gandrungi oleh kalangan muda seperti anak-anak sekolah maupun mahasiswa. Walaupun demikian, bukan berarti kalangan dewasa seperti orang kantoran, bahkan ibu-ibu rumah tangga, tidak tertarik dengan ringtone. "Ini me­nunjukkan bahwa produk ini di­sukai segala umur dan kalangan," papar Roy Suryo.

Walaupun segmentasi pasarnya untuk berbagai kalangan, tapi akan lebih baik jika para pelaku usaha menentukan segmen yang akan dituju. Karena dengan menentukan segmen maka akan berpengaruh pada lokasi usaha. Apakah akan memilih dekat sekolah dan kam­pus, berdekatan dengan peruma­han atau yang memilih menjual produknya di mal. "Karena pada dasarnya usaha ringtone sangat berkaitan erat dengan kemauan pasar," imbuh Paulus, salah satu pelaku usaha ringtone di pe­rumahan.

Selain segmentasi pasar, hal yang tak kalah pentingnya yang harus diperhatikan adalah para pe­laku usaha harus tetap meng-up­date lagu-lagu terbaru agar tidak ketinggalan zaman. "Tanpa updat­ing lagu, maka pasti para pe­langgan akan mencari tempat lain yang bisa memenuhi keinginan para customer ini," papar Wahyu, pelaku usaha ringrone di pinggir jalan.

Agar tidak ketinggalan lagu­lagu terbaru maka para pelaku usaha harus rajin memantau per­kembangan terbaru di televisi. Se­lain itu, bisa juga membeli CD yang kemudian di-copy diicompu­ter atau bisa juga dengan cara pa­ra pelaku usaha mengunjungi si­tus-situs gratis di internet antara lain www.forum.jawir.com, www. oxygenphonemanager.com dan www.multiply.com.

Mudah Dipelajari Secara Otodidak. Bagi yang ingin berke­cimpung di usaha ringtone, tidak perlu takut jika tidak memiliki ke­mampuan teknis karena pada da­sarnya yang penting bisa meng­operasikan komputer dan cara men-download dari internet sudah merupakan modal dalam me­nekuni usaha ini. Jadi tidak mem­butuhkan keahlian khusus, asal mau belajar maka pasti akan bisa memahami dan bisa terjun di usaha ini.

Dengan demikian, peluang usaha ini tidak hanya berkembang di kota-kota besar tapi juga di daerah. Sudanang menjelaskan potensi bisnis ringtone untuk dikembangkan di daerah-daerah sangat bagus sekali karena pemain di daerah masih sangat sedikit dibandingkan dengan kota-kota besar. Apalagi perkembangan teknologi yang makin canggih sehingga orang daerah pun tak mau ketinggalan dengan perkem­bangan yang terjadi di kota-kota besar. Ini berarti usaha ini memi­liki potensi yang besar dikem­bangkan di daerah dikarena har­ga jual ringtone yang lebih ma­hal. Contohnya, di Maluku Utara harga ringtone 4 lagu mencapai Rp 20 ribu, sedangkan di Jawa hanya Rp 10 ribu untuk 3 buah lagu.

Lebih Menguntungkan Usa­ha di Mal. Seiring dengan makin gampangnya handphone dijan­gkau oleh berbagai lapisan, usaha ini memang menggiurkan. Bagai­mana tidak, dengan modal yang kecil serta peralatan seadanya, Anda sudah bisa memulai usaha. Lihat saja Paulus yang memulai usaha hanya bermodal Rp 1, 5 ju­ta. Artinya, jika ingin menekuni usaha ini modal utamanya adalah kemauan, maka usaha tersebut dapat berkembang pesat. Ini di­buktikan oleh Edo, salah satu pe­laku usaha ringtone yang memu­lai usaha dengan modal hanya 1 komputer rakitan dan hanya dalam rentang waktu 2 tahun telah memiliki 6 konter ringtone yang semuanya berada di satu area yang sama yaitu ITC Roxy Mas, Jakarta Barat.

Memang harus diakui bahwa usaha ringtone di pusat perbelan­jaan handphone lebih mengun­tungkan. Ini dikarenakan semua orang yang datang ke tempat ter­sebut pasti mempunyai tujuan yang berkaitan dengan handphone, en­tah untuk membeli, memperbaiki handphone, atau pun untuk mengi­si lagu ringtone. Oleh karena itu, lokasi seperti ini merupakan tempat yang tepat dalam menekuni dan mengembangkan usaha ringtone. Apalagi keuntungan yang diperoleh dengan membuka usaha di pusat perbelanjaan lebih dari 60%. Na­mun, harus diingat bahwa pelaku usaha yang sama di mal semakin banyak sehingga harus ada standar harga yang sama, atau Anda tidak bisa bermain dengan harga. Selain itu, usaha di mal sangat tergantung pada jam buka-tutup mal.

Sementara itu, jika Anda memi­lih usaha di kompleks perumahan atau pinggir jalan, keuntungannya pun tidak kalah dengan yang di mal, rata-rata bisa 50% dari omset. Kelebihannya, rentang waktu buka lebih lama, bahkan bisa 24 jam. Selain itu, harga yang dipatok pun tergantung pada segmentasi pasar yang disasar dan bisa bermain dengan harga.

Nah, agar bisa tetap survive di usaha ini maka ada beberapa tips yang layak diperhatikan antara lain:

Lokasi usaha harus di tempat­ strategis terutama di tempat-tempat berkumpulnya

anak remaja, kuliahan, maupun orang kantoran seperti mall. Kemudian Anda juga harus

mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen clan lengkapi koleksi lagu sehingga tetap up-to-date. Lakukan juga promosi dengan menyebar brosur-­brosur di mana di dalam brosur tercantum reward apabila konsu­men men-download berapa lagu maka akan mendapatkan cindera­mata gratis seperti gantungan kunci atau bisa yang lucu-lucu. De­ngan demikian, maka para custo­mer dimanjain dengan reward-re­ward tersebut, sehingga mereka akan kembali ke tempat usaha yang memberi mereka keuntu­ngan. Tertarik menggeluti usaha ini? Dessy HA – Peluang Usaha

Mengeruk Laba dari Usaha Kue Kering Menjelang Lebaran

Mengeruk Laba dari Usaha Kue Kering Menjelang Lebaran
dan Lebih Menguntungkan Menjadi Pedagang Grosir

- Permintaan Pasar Melonjak antara 100 hingga 700% Menjelang Hari Raya

- Keuntungan Menjadi Pedagang Grosir Bisa Sampai 30%

Bebagai kudapan ringan yang disukai oleh hampir semua orang, permintaan kue kering selalu saja ada. Apalagi menje­lang perayaan hari besar yang jatuh hampir bersamaan yaitu Lebaran, Natal, dan Tahun Baru membuat permintaan pasar terhadap kue kering meningkat pesat. Seperti yang diungkapkan oleh Dedi Hidayat, pemilik J&C Cookies, bahwa kenaikan produksi kue kering­nya menjelang Lebaran mencapai 700 %. Untuk itu, ia telah menyiapkan modal usaha membuat kue kering khu­sus untuk menghadapi m o m e n Lebaran dengan mengge­lontorkan dana senilai Rp 3 miliar. hampir se­mua produ­sen sudah me­mulai aktivitas produksi kue kering sejak 2-3 bulan menjelang Lebaran guna menghadapi permintaan yang terus membanjir. Bahkan banyak di antaranya yang membatasi jangka waktu minimal pemesanannya yaitu seminggu sebelumnya seperti Aci Okan, Pemilik Melati Butter Cookies, produsen kue kering curah, Bogar, Menurut Sisca Susanto, pengamat kuli­ner pengerjaan produksi kue kering memang sebaiknya dilakukan jauh hari sebelum Lebaran tiba. Hal ini untuk menghindari mahalnya harga bahan baku kue kering yang sangat tinggi. "Saat ini bahan baku kue kering terus saja naik, untuk itu sebaiknya para produsen kue kering sudah menyetok bahan baku yang dibutuhkan misalnya saja mentega," urainya lugas.

Tidak Butuh Modal Besar. Sebenarnya bisnis kue kering bisa dilakukan semua orang karena bisnis ini bisa dipelajari sebelumnya. Bagi Anda yang tidak memiliki basic membuat kue kering dapat mengikuti kursus kue kering dengan jangka waktu belajar antara 1- 3 bulan, bahkan bagi yang ingin cepat paham bisa mengambil kelas privat. Apalagi jika Anda memiliki hobi membuat kue kering, tidak ada salahnya menyelami

hobi ini sebagai sebuah peluang usaha: Seperti.yang dilakukan oleh permilik Tasya Cake & Catering, Anna Yanawati Hukom yang tertarik membuat usaha kue kering karena tiap tahun pasti membuat sendiri kue kering yang akan disajikan kepada para tamu saat Lebaran tiba.

Dan sebagai pemula, Anda tak pertu khawatir soal bahan baku dan peralatan yang digunakan. Selain mudah dicari, harga bahan baku dan Peralatannya pun tidak terlalu mahal. Bahkan Ina Wiyandari, pemilik Ina Cook­ies memulai usahanya dari hasil meminjam peratatan kue kering dan bahan baku dari sang kakak,Tapi berkat keuletannya, ia mampu mengembang­kan usaha hingga menembus pasaran ekspor. Sisca Susanto mengungkapkan jika peralatan utama yang wajib ada hanya oven, cetakan, loyang, mixer, bahan kue, dan toples. ladi hanya dengan modal Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu seseorang sudah bisa memulai usaha membuat kue kering.

Tren Kue Kering Lebaran. Nah, agar kue kering yang Anda buat bisa meledak di pasaran sebaiknya Anda perlu mengikuti tren jenis kue kering saat Lebaran tiba. Meskipun tren kue kering sedang marak namun bentuk nastar dan kastengel dalam bentuk konvensional masih juga dicari terutama kalangan menengah ke bawah yang tidak terlalu memperhati­kan soal bentuk dan rasa karena yang penting harganya murah.

Strategi Pemasaran. Bila Anda ingin memasarkan kue kering, bisa memanfaatkan jaringan perkawanan Anda dengan saudara atau rekan sekitar, Siapkan juga sample atau tester untuk menguji apakah kue kering buatan Anda layak jual dan diminati oleh rekan Anda. Sebab, strategi yang paling jitu untuk seorang pemula adalah dengan cara promosi lanqsung ke calon konsumen.Tentu saja inovasi dari sisi rasa dan kualitas kue tetap harus dijaga antara lain dengan mengupayakan agar kue Anda bebas pengawet, dan melakukan cara-cara alami agar kue kering yang dibuat bisa bertahan cukup lama. Misalnya lewat pengovenan kue yang matang secara baik dan penggunaan bahan yang fresh Tidak kadaluwarsa.

Setelah kue kering Anda dikenal oleh masyarakat sekitar maka langkah selanjutnya adalah dengan mengikuti bazaar atau pameran yang diadakan instansi milk pemerintah dan biayanya ada yang free seperti misalnya Pameran yang diadakan Departemen Perdagangan, atau Dinas Pariwisata. Anda bisa juga mencoba menjual kue kering Anda lewat beberapa agen, pengamat mar­keting yang menyatakan strategi pal­ing jitu adalah dengan mengembang­kan sistem distribusi melalui agen atau distributor sebab dengan bantuan mereka pemasaran akan lebih luas dan merata. Hal ini pula yang mengantar­kan Dedi Hidayat, pemilik AC Cookies menjadi produsen kue sukses dengan jumlah produksi sebanyak 138 ton/tahun dengan omset miliaran rupiah.
(Peluang Usaha)

Tuesday, November 6, 2007

Ide Bisnis: Dari Mana Datangnya?

Semua bisnis yang sukses pada mulanya berasal dari satu ide bisnis saja. Coba saja kita lihat eBay, amazon.com, Disneyland, Microsoft, Pixar. Semua adalah perusahaan atau jenis usaha yang meraup pemasukan miliaran dolar. Mereka juga menjadi perusahaan langganan Fortune 500. Siapa yang tidak ingin memiliki usaha seperti ini? Dari mana ide-ide bisnis berpotensi sukses didapatkan?

MENDAPATKAN IDE BISNIS POTENSIAL

Di mana ada kemauan di situ ada jalan, di mana ada kesempatan, di situ ada ide bisnis. Lalu kesempatan apa yang mengandung ide bisnis?
Membantu orang lain. Pierre Omiday, pendiri situs binis di Internet yang mempertemukan pembeli dan penjual dari berbagai penjuru dunia, menemukan ide bisnisnya ketika membantu seorang teman untuk mendapatkan pembeli. Ia lalu membuatkan sebuah situs untuk mempromosikan barang dagangan temannya tersebut, dan mengundang pedagang dan pembeli lainnya untuk juga mencari pembeli atau penjual di situs yang sama. Dalam beberapa bulan setelah peluncuran eBay, jutaan orang telah mengakses situs ini.
Pierre kemudian mengutip uang jasa 25 sen sampai 2 dollar bagi tiap penempatan informasi di situs ini, dan juga mendapatkan komisi beberapa persen saja dari total tiap transaksi.
Dalam tiga tahun setelah diluncurkan pertama kali tahun 1995, eBay sudah layak ditawarkan di pasar publik. Tahun 2000, eBay sudah mengundang 22 juta orang untuk bertransaksi (jumlah ini lebih banyak dari jumlah penduduk di beberapa negara bagian di Amerika Serikat). Dengan penghasilan yang diperolehnya dari situs ini, Pierre akhirnya berhenti dari pekerjaannya sebagai insinyur programming di sebuah perusahaan dan berteken di usaha yang dibangunnya sendiri tersebut.
Hobi. Bill Gates, si raja komputer dari Amerika Serikat, memulai bisnisnya dari sebuah hobi mengutak-atik program komputer. Hobi yang ditekuni dengan serius ini telah berhasil membawa Bill Gates untuk menemukan komputer yang lebih praktis dan lebih mudah digunakan dari pada komputer besar yang pada saat itu digunakan.
Ide ini pernah ingin dijualnya kepada perusahaan besar, tetapi ditolak.
Penolakan tidak membuat Bill Gates patah semangat, ia mencoba menyempurnakan ide bisnisnya tersebut, untuk kemudian dilempar kembali ke pasar sebagai ide bisnis yang ternyata diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan upayanya ini, Bill Gates berhasil membangun kerajaan Microsoft yang saat ini telah menggurita di seluruh dunia dengan pemasukan yang luar biasa.
Pengamatan. Ray Kroc, tokoh di balik sukses restoran waralaba cepat saji McDonald, mendapatkan ide bisnisnya dari pengamatannya terhadap tingkah laku masyarakat pekerja di sekitarnya. Ia mengamati mereka dan mendapatkan bahwa masyarakat pekerja senantiasa sibuk dan menginginkan layanan yang cepat ketika mereka menghabiskan waktu untuk makan siang.
Dari pengamatannya selama perjalanan bisnisnya menawarkan peralatan masak ke beberapa restoran, Ray Kroc yang pada waktu itu berprofesi sebagai tenaga penjual menemukan sebuah restoran unik yang dikelola oleh dua bersaudara McDonald. Restoran ini fokus pada satu jenis masakan saja dan masakan ini juga disajikan dengan efisien sehingga waktu tunggunya juga sangat singkat.
Restoran ini akhirnya dibeli oleh Ray Kroc dan dikembangkan menjadi restoran wara laba yang sukses yang telah merambah hampir ke seluruh negeri yang ada di muka bumi ini.
Ide lama. Jeff Bezos dari Amazon.com mendapatkan ide bisnisnya dengan memperbaharui ide lama penjualan buku di toko buku biasa. Ide lama ini ia perbaharui: tempat penjualan diperbaharui (bukan di toko buku, tetapi di Internet). Cara pembayaran dan pengiriman buku juga diperbaharui (lebih dibuat praktis dan cepat).
Praktis karena pembeli bisa membayar menggunakan kartu kredit kapan saja dan dimana saja ia berada. Pengiriman buku juga dibuat lebih cepat, dari pengiriman buku dengan memesan secara tradisional ke toko buku biasa.
Ide orang lain. Jennifer Basye Sander membangun kerajaan ”Buku Kuning” (direktori) seluruh bisnis yang dikelola oleh wanita di kota tempat ia tinggal. Ternyata buku ini akhirnya menjadi laris. Informasi dalam buku ini senantiasa diperbaharui agar selalu up-to-date.
Dari mana ide ini berasal? Ternyata ide ini ditemukan oleh Jennifer, penulis buku ”Niche and Grow Rich”, dari kota lain yang sempat ia kunjungi yang juga memiliki Direktori serupa yang ternyata laris manis di kota tadi. Ia lalu membawa ide bisnis ini (ide orang lain yang telah sukses diterapkan di satu kota) untuk diterapkan di kota tempat ia tinggal. Ternyata ide inipun mendapat sambutan yang luar biasa yang memberikan pemasukan yang memuaskan Jennifer Basye Sander.
Kolaborasi. Dua kepala lebih baik dari satu (Two heads are better than one). Begitu kata pepatah. Ternyata ada benarnya juga.
Dewitt dan Lila Wallace berkolaborasi sebelum berhasil membangun kerajaan bisnis dari penerbitan majalah inspirasi bulanan Reader’s Digest. Ketika baru pulang dari tugas negara pada Perang Dunia II, Dewitt mendiskusikan ide untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka dan menemukan ide-ide yang dapat diterapkan untuk mendapatkan pemasukan.
Dari hasil diskusi dengan isterinya Lila, Dewitt akhirnya mendapatkan ide bisnis yang cemerlang. Ide ini berhasil memberi inspirasi dan manfaat bagi banyak orang di seluruh dunia.
Mengubah Ide Bisnis Menjadi ”Uang”Setelah kita mendapatkan ide bisnis yang brilian, lalu apa langkah kita selanjutnya untuk mengubah ide tersebut menjadi mesing uang? Banyak sekali yang bisa kita lakukan, namun berikut ini ada beberapa ide yang mungkin bisa Anda coba.
Terbitkan. Tom Peters, Alvin Toffler, Ken Blanchard, Maxwell adalah beberapa tokoh yang menuangkan ide bisnis mereka dalam buku-buku yang lalu mereka terbitkan. Demikian pula dengan para pengarang novel ternama, seperti Stephen King, Agatha Christie yang menuangkan ide-idenya dalam novel yang kemudian diterbitkan. Dari buku-buku ini, sang pengarang mendapatkan pemasukkan, apalagi jika buku-buku ini menjadi buku yang laris.
Catatkan secara hukum. Ide Anda juga bisa Anda catatkan untuk mendapatkan copy right. Seorang artis Indonesia mencatatkan gayanya disertai kalimat khusus untuk mengungkapkan gaya tersebut untuk mendapatkan hak cipta.
Hak Cipta ini bisa mendatangkan royalty dalam bentuk uang yang bisa Anda nikmati ketika orang lain menggunakan ide Anda. Anda juga bisa menjual hak cipta ini (baik sebagian ataupun seluruhnya) kepada perusahaan lain atau orang lain dan mendapatkan uang juga dari sini.
Demokan. Cara lain untuk mengubah ide menjadi keuntungan finansial adalah dengan mendemokan kepada publik melalui seminar, pelatihan, ataupun sekedar pertunjukkan dalam bentuk hiburan. Beberapa akademisi dan praktisi memilih cara ini untuk memperkenalkan ide mereka kepada publik.
Robert T Kiyosakhi, setelah menuliskan idenya dan menerbitkan buku yang mencakup ide ini, ia mendemokan cara menerapkan ide-idenya melalui seminar keliling dunia. Beberapa waktu lalu, penulis dan pebisnis kondang inipun dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk berseminar di sini. Tentunya, Anda harus sudah mengenal siapa target audience yang akan menghadiri seminar, pelatihan, atau pertunjukkan yang Anda gelar.
Berikan sebagai nasihat kepada orang lain. Pada saat tulisan ini sedang dikerjakan, penulis sedang berada di depan televisi menonton acara yang disampaikan oleh Suze Orman di sebuah stasiun televisi dunia. Suze Orman menerima berbagai pertanyaan dari pemirsa di seluruh dunia tentang bagaimana mengelola keuangan pribadi.
Dengan pengalaman yang luas, pengetahuan yang dalam, dan rasa percaya diri tinggi, Suze berinteraksi dengan para pemirsa sambil memberikan kiat-kiat praktis mengelola keuangan pribadi. Ternyata cara ini (memberikan ide kita kepada orang lain dalam bentuk tips praktis) bisa juga dijadikan cara untuk mengubah ide menjadi ”uang.”
Jual sebagai konsumsi masyarakat. Cara umum yang banyak diterapkan orang adalah mengubah ide menjadi produk atau jasa yang bisa dijual untuk konsumsi masyarakat. Howard Schultz mengubah ide bisnisnya (bahwa masyarakat memerlukan tempat untuk berdiskusi dengan minuman dan makanan ringan) ini menjadi mesin uang dengan mendirikan kedai kopi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat banyak terutama masyarakat bisnis.
Ide sederhana namun unik untuk menjual air putih cepat saji juga telah terbukti sukses. Ide ini diterapkan dengan menjual air putih dalam kemasan, yang kemudian laris manis, bahkan telah diikuti oleh berbagai pihak untuk mengeruk keuntungan dari ide yang sejenis.
Ide akan tetap berupa ide jika tidak diupayakan untuk diubah menjadi bentuk usaha yang mendatangkan uang. Jadi, ide yang baru saja Anda baca ini perlu Anda tindaklanjuti dengan tindakan nyata: mencari ide dan mengubah ide menjadi mesin uang.
Namun yang perlu diingat juga, setelah ide Anda menjadi mesin uang, ide ini harus senantiasa diperbaharui ataupun dilengkapi agar tidak tergilas oleh pihak lain yang ingin meniru ide ini. Selamat mencari ide dan mengubah ide Anda menjadi sumber uang.n

Copyright © Sinar Harapan 2003

Monday, October 8, 2007

Daftar Franchisor Indonesia, Bisnis Waralaba Indonesia

Bagi yang sedang ingin berbisnis, dan gak tau bagaimana memulainya.. membeli franchise adalah salah satu pilihan terbaik. karena kita tidak perlu repot mengurus segala macam peralatan untuk memulainya. biasanya dari pihak franchisor (pembuat bisnis franchise) telah menyediakan.. jadi tinggal sesuaikan dengan kantong dan juga sentimen pasar di kota yang pengen dibuka bisnis franchise.



Compiled By BIZNEEZ Inc (taken from other forum, posted by Devan)
Mohon Diingat,
daftar ini adalah berdasarkan Franchise Fee Only, Diluar Modal Awal Usaha

WARALABA FRANCHISE FEE DIBAWAH 100 JUTA
1. Waralaba Roti Buana
Bisnis Bakery, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT Graha Praba Samanta, 021-5913896

2. Waralaba Laundrette
Bisnis Pencucian & Dry Clean, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
PT. Sinar Eka Kreasi, 021-4755106

3. Waralaba FutureKid
Bisnis Training Konsultan Pendidikan, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. LPKT GRamedia, 021-5301991 Ext 1410

4. Waralaba Bali Nirwana Travel
Bisnis Tour And Travel Ticketing, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
PT. Bali Nirwana Tour & Travel, 0361-7444491/92

5. Waralaba KamaBoko
Bisnis Restaurant Berjalan Di Mobil, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
Surja Dharma, Jl. Padjajaran Bandung

6. Waralaba Malibu Photo Studio
Bisnis Photo Studio, Franchise Sekitar 30 Juta
PT Malibu 62 Photo Studio, 021-4522571, 021-4514723

7. Waralaba MySalon
Bisnis Salon Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 30 Juta
PT Mega Mulia Mandiri, 021-5700820

8. Waralaba Rudi Hadisuwarno
Bisnis Salon Kecantikan & Beauty Training, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
PT. Rudy Hadisuwarno, 021-3107613

9. Waralaba Fun Languages
Bisnis Pendidikan Bahasa, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Fun Languages International, 021-7236658

10. Waralaba Markaz Ritel
Bisnis Retail Food & Convenience, Franchise Sekitar Rp 30 Juta
PT Solar Sentra Distribusi, 021-7231051

11. Waralaba Alfa Mart,
Bisnis Retail Mini Market, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. Sumber Alfaria Trijaya, 021-55755966

12. Waralaba O’ La La CafĂ©
Bisnis Kafe Roti & Lounge, Franchise Sekitar Rp 50 Juta

13. Waralaba Computertots
Bisnis Pendidikan Komputer Untuk Usia Dini, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
Yayasan Tunas Bangsa, 021-7652618

14. Waralaba Churo Pastel
Bisnis Makan / Food Counter “Churo”, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Kurnia Mitra Duta Sentosa, 021-5398003

15. Waralaba Nu Look, HR Cleaner
Bisnis Laundry Binatu, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Piramid Inti Ekatama, 021-7182970

16. Waralaba Bebek Bali
Bisnis Restoran Bebek Bali, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
PT. Sarwagata Keluarga Sarana, 021-5747667

17. Waralaba Julia Jewelry
Bisnis Perhiasan Jewellery, Frachnise Sekitar Rp60 Juta
PT. Sumber Kreasi Cipta Logam, 021-8199280

18. Waralaba Odiva
Bisnis Rental Video, VCD, DVD, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Tara Waralabas, 021-5601504

19. Waralaba Printer Tape
Bisnis Tinta Printer, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Printer Tape Indonesia, 021-6017888

20. Waralaba Mr. Celup’s
Bisnis Restoran Mobil, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
CV Celup Mitra Saudara, 0251-373877, 021-7158899

21. Waralaba Ristra Salon
Bisnis Salon Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Ristra Indolab, 021-7226673

22. Waralaba Widyaloka
Bisnis Pendidikan Komputer, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
Yayasan Widyaloka, 021-6345946

23. Waralaba Wong Solo
Bisnis Restaurant, Franchise Sekitar Rp 65 Juta
PT. Sarana Bakar Digdaya, 021-7879061

24. Waralaba Hip Hop Bubble Drink
Bisnis Minuman Bubble Tea, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Mata Air Boga Lestari, 021-4898338

25. Waralaba Country Donuts
Bisnis Bakery Donat & Brownies, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
PT. Country Lestari, 021-8465985

26. Waralaba Es Teler 77
Bisnis Restaurant Es Teler, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
CV Es Teler 77, 021-7355352

27. Waralaba Indomaret
Bisnis Convenience Store, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
PT. IndoMarco Prismatama, 021-6914478

28. Waralaba PurwaCaraka Music
Bisnis Sekolah Music PurwaCaraka, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
Purwacaraka Music, 021-7988646

29. Waralaba California Fried Chicken
Bisnis Restaurant Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 90Juta
PT. Pioneerindo Gourmet Int. Tbk

30. Waralaba Century 21
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Century 21 Indonesia, 021-5682121

31. Waralaba Popeye Fried Chicken
Bisnis Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 95 Juta

32. Waralaba Domino’s Pizza
Bisnis Fast Food Pizza Antar, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Dunia Pizza Indonesia

33. Waralaba John Robert Power
Bisnis Sekolah Kepribadian, Franchise Sekitar Rp 95 Juta

34. Waralaba Jobs DB
Bisnis Website Pencari Kerja, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Jobs DB Indonesia, 021-5367888

35. Waralaba Abra Kebab
Bisnis Fast Food Kebab, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Abra Boga Rasa Asia, 021-7358038

36. Waralaba Digital Studio Workshop
Bisnis Digital Studio, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Cipta Visi Digital Studio, 021-45850107

37. Waralaba Kiddy Cuts, Fun Cuts
Bisnis Gunting Rambut Usia Dini, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Kiddy Cuts Pratama Indonesia, 021-39833833

38. Waralaba Sederhana
Bisnis Restoran Padang Sederhana, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Sederhana, 021-5359579

39. Waralaba Crispy Burger
Bisnis Counter Burger, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Bogasari Flour Mills, 021-4301048

40. Waralaba Crepes Coin
Bisnis Crepes Panekuk, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Bogasari Flour Mills, 021-4301048

41. Waralaba Ultra Disc
Bisnis Rental DVD/VCD, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Ultra Disc, 021-3443223

42. Waralaba Balon Udara
Bisnis Promosi Balon Udara, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Balon Udara Mitra Waralaba, 0274-488157

43. Waralaba Video Ezy
Bisnis Rental VCD/DVD, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Video Ezy, 021-563638

44. Waralaba Londre
Bisnis Laundry & Dry Cleaning, Franchise Sekitar Rp 15 Juta
PT. Italindo Citra Modern, 021-7228413

45. Waralaba Red Crispy
Bisnis Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 10 Juta
PT. Magfood Inovasi Pangan, 0251-371443

46. Waralaba Lekker Crepes
Bisnis Crepes Panekuk, Franchise Cuma 5 Juta!!
UD Vita Husada, 021-8446169

47. Waralaba Mailshop Plus
Bisnis Jasa Kurir Kirim Paket, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. Mitra Piranti Usaha, 021-4502094

48. Waralaba Mama Oven
Bisnis Makanan, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
UD Vita Husada, 021-8446169

49. Waralaba M Print Shop
Bisnis Mobile Photo Printer Fuji, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
PT. Modern IndoLab, 021-3457777

50. Waralaba M Photo Box
Bisnis Photo Box Instant Fuji, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
PT. Modern IndoLab, 021-3457777

51. Waralaba Blenger Burger / Red Hot Burger
Bisnis Penjualan Burger, Franchise Sekitar 10 ~ 20 Juta
Mr. Nevi di Esia 9263-4755

52. Waralaba Senyum Muslim Toko Buku Islam
Bisnis Toko Buku dan Asesoris Islami, Franchise Sekitar 25 Juta
Kelapa Dua wtan Raya 7B, Ciracas, Cibubur
Tel (021) 8473551, HP (0813-10594120) Mr. Sodik

53. Waralaba MK Express (Megantara Kargo)
Bisnis Jasa Kurir Pengiriman Udara, Franchise Sekitar 25 Juta
PT. Megantara Kargo
Blok B 2nd Fl, Room 23
Jalan Pintu 1Senayan Jakarta 10270
Tel (021) 70919914, 5736198 ext 223
email : kargo@megantara.co.id

54. Waralaba Wedang Wayang (Ny oktina)
Bisnis Minuman Kesehatan Tradisional, Franchise sekitar 5 Juta
CV Duta Kencana
Jalan Soragan 106 Yogyakarta
Tel (0274) 625082, HP 0813-16879038

WARALABA FRANCHISE FEE ANTARA 100 ~ 150 JUTA

1. Waralaba Sony Sugema College
Bisnis Bimbingan Belajar, Franchise Sekitar Rp 100 Juta
Sony Sugema College, 022-7274011/0817214170

2. Waralaba TK Mutiara Indonesia
Bisnis Pendidikan TK & Playgrup, Franchise Sekitar Rp 100 Juta
Yayasan Mutiara Indonesia, 021-4691616

3. Waralaba MER Furniture Centre
Bisnis Retail Furniture, Franchise Sekitar Rp 100 Juta
PT. Garant Mobel Indonesia, 021-87908980

4. Waralaba Ayam Goreng Mbok Berek Ny Umi
Bisnis Ayam Goreng, Franchise Sekitar Rp 115 Juta
PT Weling Simbah Wulung, 021-8312921

5. Waralaba MultiPlus Business Centre
Bisnis Ruang Sentra Bisnis, Franchise Sekitar Rp 115 Juta
PT Multi Graha Realindo, 021-56963033

6. Waralaba High Scope School
Bisnis Pendidikan, Franchise Sekitar Rp 115 Juta
Yayasan Pendidikan Belajar Aktif, 021-75917353

7. Waralaba Professionals Property Agent
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 125 Juta
PT Professionals Indonesia, 021-83700202

8. Waralaba Raine & Horne Property Agent
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 130 Juta
PT. Raine Horne Indonesia, 021-5277288

9. Waralaba Cars Wash
Bisnis Salon Cuci Mobil, Franchise Sekitar Rp 140 Juta
PT. Comaresto Servicetama, 021-5607520

10. Waralaba Global Art
Bisnis Pendidikan Gambar & Art, Franchise Sekitar Rp 140 Juta, Global Art, 021-55794505

11. Waralaba ERA Property & Car Rental
Bisnis Property Estate & Car Rental, Franchise Sekitar Rp 150 Juta,
PT ERA Indonesia, 021-5708000

12. Waralaba Le Monde Baby's World
Bisnis Peralatan Bayi & Anak Kecil, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
PT. Lembanindo Tirta Anugerah, 021-74707432

13. Waralaba Martha TiLaaR
Bisnis Spa Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
Martha TiLaaR, 021-3195921

14. Waralaba Metrodata
Bisnis Service & Consultant IT, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
PT. Metrodata Electronics TBK, 021-2524555, 021-5705998

15. Waralaba Primagama
Bisnis Pendidikan, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
Purdie E Chandra, 021-7949809, 021-7949810

16. Waralaba Ray White Property Agent
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
PT. Ray White Indonesia, 021-3925333

17. Waralaba Taman Sari Royal Heritage SPA
Bisnis Spa & Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
PT. Mustika Ratu Tbk, 021-3143585, 021-3801433

18. Waralaba Ya Kun Kaya
Bisnis Makanan Roti Oles, Franchise Sekitar Rp 150Juta
PT. Yakunkaya Toastindo, 021-28507717

Thursday, October 4, 2007

Membuat Rencana Bisnis

Menemukan ide bisnis merupakan anugerah yang tidak terhingga, karena dalam realitasnya tidak gampang menemukan ide bisnis. Namun jika ide hanya sebatas bayang-bayang, Anda tetap tidak akan bisa merealisasikannya dalam bisnis yang nyata.

Para wirausahawan top yang kini namanya muncul di berbagai media bisnis, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berwirausaha tidak usah membuat rencana macam-macam, nanti malah kandas di tengah jalan.
Mungkin banyak yang membuat rencana macam-macam tapi rencana cuma sebatas rencana, sehingga realisasinya memang nol besar. Kalau ini yang terjadi tentu anggapan di atas menjadi benar. Padahal dalam teorinya, bisnis sekecil apapun tetap memerlukan perencanaan untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang lebih matang.
Tujuan membuat rencana bisnis adalah untuk memastikan jalannya operasi bisnis yang tepat dan memberikan dorongan pada rencana-rencana departemen atau divisi. Selain itu juga untuk memutuskan rute yang diperlukan organisasi dalam mencapai tujuannya sekaligus menentukan standar untuk mementukan kinerja bisnis. Yang tidak kalah penting adalah untuk memperoleh dukungan dari konsumen, investor bahkan pihak-pihak lainnya.
Dalam perspektif Philip Kotler, setidaknya ada beberapa prosedur standar untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang benar dalam bentuk rencana bisnis untuk merealisasikan bisnis. Yaitu : pembangkitan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, strategi pemasaran, analisa bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi.
Dengan kata lain, rencana bisnis untuk merealisasikan ide memang menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis. Boleh saja ide yang diperoleh sangat brilliant dan luar biasa, tetapi tetap saja harus dikaji dalam berbagai hal, terutama aspek ekonomis, teknis, dan masa depannya.
Aspek ekonomis. Aspek ini mencakup analisis pasar, penjualan, biaya produksi, maupun profit margin.Faktor ini sangat penting, karena mempengaruhi tingkat keputusan untuk merealisasikan ide menjadi bisnis yang sesungguhnya. Aspek ini akan mengkaji sejauh mana tingkat keuntungan yang diperoleh, dengan daya serap pasar yang ada dan kemampuan memiliki modal untuk menjalankan operasional bisnis. Meskipun idenya luar biasa, tetapi kalau dalam perhitungannya merugi, ya buat apa ? Karena itu, Anda harus paham betul, bagaimana Anda menghasilkan income, dan berapa biaya yang akan dikeluarkan.
Aspek teknis. Aspek ini sangat penting untuk mengukur kemampuan untuk menjalankan bisnis dengan baik. Apakah dengan modal yang ada, sudah mampu memproduksi barang atau jasa yang bisa dijual ? bagaimana dengan kemampuan sumber daya manusianya ? apakah semua kekuatan yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada konsumen dibandingkan dengan usaha-usaha sejenis lainnya ? Suatu rencana bisnis yang baik, akan memberikan peluang yang lebih baik, sekaligis meminimalisasi kemungkinan kegagalan bisnis.
Masa depan bisnis. Aspek ini akan mengkaji lebih komprehensif mengenai masa depan bisnis Anda. Jangan sampai, kita tahu bahwa bisnis yang digeluti adalah bisnis musiman, namun perencanaan yang diterapkan adalah untuk bisnis yang permanent. Ini tentu nantinya akan menganggu aspek teknis. Belum lagi dengan harapan-harapan konsumen yang selalu akan lebih maju dan up to date. Apakah mampu bisnis yang kita jalankan nanti menyerap pasar seperti ini ? Inilah aspek penting yang harus diperhatikan secara seksama dan dituangkan dalam rencana bisnis.
Sekali lagi, Anda jangan percaya dengan saran yang berkata “lupakan rencana bisnis, cukup jalankan saja,” karena Anda bisa kejeblos ke hutan belantara bisnis yang serba tidak pasti. Lebih baik jika Anda menguji kelayakan rencana bisnis Anda kepada orang-orang yang lebih sukses dan lebih berpengalaman dalam bisnis, dan kemudian Anda menjadi sukses. Semoga!

BUSINESS WISDOM : Kunci penting menuju kesuksesan bisnis adalah dengan memahami kesuksesan bisnis dan menirunya. Tenggelamkan diri Anda dalam buku-buku dan majalah-majalah kewirausahaan serta bisnis. Lihatlah bagaimana para entrepreneur bekerja, perhatikan apa yang mereka katakan, dan tirulah. Tidak ada waktu untuk menemukan kembali roda bisnis. (Kevin Potts & Steven Straus, konsultan bisnis terkemuka).

Tulisan ini dimuat di Majalah PROSPEKTIF Edisi No 19, Volume 8, 15-21 Mei 2006.

posted by Budi Purnomo

Menggali Ide Bisnis

Titik awal keberhasilan seorang wirausahawan berawal dari penggalian ide bisnis. Banyak kisah para pebisnis yang konsisten menggeluti bisnis yang “tidak dianggap” sebelumnya, kini menjadi pebisnis sukses yang namanya diperhitungkan. Bagaimana kiat menggali ide bisnis ?

Menggali ide bisnis bukanlah perkara yang gampang. Ketika seorang calon wirausahawan berpikir : saya akan berbisnis apa ? Saat itulah persoalan menggali ide bisnis mulai muncul. Belum lagi pertanyaan : apakah produk yang saya jual, akan menghasiklan uang ? Dan, pertanyaan selanjutnya : jasa apa yang akan ditawarkan yang bisa memberikan pendapatan yang lebih besar ?
Secara teoritis, ide bisnis bisa digali dari apa yang bisa dilihat, didengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan pakar ekonomi telah membagi kebutuhan manusia menjadi berbagai jenis kebutuhan mulai yang bersifat primer, sekunder, sampai tertier. Ide bisnis bisa dipilih dari upaya pemenuhan kebutuhan manusia tersebut.
Persoalannya, bagi mereka yang sama sekali belum pernah berbisnis, mencari ide-ide bisnis yang bisa memberikan penghasilan alternatif bukanlah perkara yang gampang, meskipun bukan hal yang mustahil untuk diperoleh. Diperlukan kemauan keras untuk memupuk jiwa kewirausahaan, mau belajar hal-hal baru, mau mencari peluang, berani mencoba formula bisnis, dan tentu saja belajar mengelola resiko.
Memang, seringkali ide bisnis mengalir begitu saja ketika kita tidak siap menerimanya. Begitu juga sebaliknya, saat sedang dipikirkan dan digali, seringkali ide bisnis tidak datang-datang, bahkan sampai pikiran buntu pun, ide bisnis tidak terlintas sama sekali. Namun demikian, bukan berarti ide bisnis tidak bisa dipancing keluar.
Beberapa langkah berikut ini, mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk menemukan ide bisnis yang sesuai dengan karakter dan kesenangan Anda. Bagaimana pun, berbisnis yang sesuai dengan karakter Anda akan lebih menyenangkan, dibandingkan dengan berbisnis karena keterpaksaan.
Belajar dari yang gagal. Tidak ada salahnya belajar bisnis dari yang gagal. Mengapa ? karena ada kemungkinan kita bisa memulainya dengan kesuksesan. Kegagalan bisnis yang dilakukan orang lain, merupakan pelajaran penting bagi Anda untuk mengoreksi jalan yang salah menjadi benar dan lebih baik lagi. Namun demikian, belajar dari yang sukses pun sangat dianjurkan, karena dengan demikian Anda telah belajar memulai sistem yang sudah terbukti berhasil.
Baca informasi terbaru. Pada saat ini cukup banyak buku-buku yang diterbitkan mengenai kewirausahaan dan peluang usaha, sehingga Anda dengan leluasa bisa memilih, bisnis apa yang sesuai dengan Anda. Bahkan tabloid Peluang Usaha, yang secara rutin menyajikan informasi-informasi mengenai peluang bisnis bisa menyegarkan pikiran Anda untuk menggali ide-ide bisnis yang lebih segar dan lebih besar.
Menemukan ide usaha. Dari informasi tersebut akan akan memperoleh banyak ide bisnis. Misalnya : melayani kebutuhan, menjual eceran, menjual penemuan, duplikasi usaha, menjual ketrampilan, usaha pelatihan, usaha keagenan, barang koleksi, buka kantor konsultan, bisnis MLM, membeli waralaba, membeli usaha prospektif, membeli usaha yang bangkrut, membuka kios, atau pun usaha bersama.
Tentu saja, persoalannya tidak berhenti sampai di situ, karena setelah seorang wirausahawan bisa menangkap ide bisnis sebagai peluang bisnis yang bisa menghasilkan uang, maka ia harus bisa memperhitungkan berbagai aspek untung-rugi jika ide bisnis tersebut dijalankan. Termasuk resiko gagal – kemungkinan terburuk yang terjadi.
Setidaknya, ada dua perspektif yang harus diperhatikan jika menangkap ide bisnis. Pertama, informasi yang berhasil dihimpun mengenai bisnis tersebut harus lengkap dan akurat. Lebih bagus lagi, apabila akurasinya sangat tepat, karena data dan informasi yang diperoleh sangat lengkap dan up to date. Hal ini penting, untuk meminimalisasi resiko gagal.
Kedua, proses pengambilan yang cepat, tidak berarti keputusan yang terburu-buru, tetapi harus dicermati dengan pola pemikiran yang terbuka dan positif, dan juga perencanaan yang matang, dengan demikian pengambilan keputusan yang diambil pun bisa lebih sistematis dan terukur.
Selamat datang menjadi wirausahawan baru.

BUSSINESS WISDOM : Anda dapat menggiring seekor kuda ke tempat air, tetapi Anda tidak dapat membuatnya minum. Tugas Anda, sebagai seorang pebisnis, adalah membuatnya haus. Itulah sebabnya Peter F Drucker mengatakan, “business is create a costumer”. Bisnis bukan semata-mata berusaha bagaimana membuat produk, akan tetapi bagaimana menciptakan pelanggan. (Indra Ismawan, penulis buku Easy Way To Build Your Own Business).

Tulisan ini dimuat di Majalah PROSPEKTIF Edisi No 18, Volume 8, 08-14 Mei 2006.

posted by Budi Purnomo

Formula Sukses 1 : Abdullah Gymnastiar

KESUKSESAN seseorang itu tidak diukur dari seberapa tinggi jabatannya, seberapa banyak harta yang didapatnya, dan seberapa banyak orang yang mengenalnya. Memang telah banyak terjadi kesalahan pola pikir tentang kesuksesan. Akibatnya, banyak pihak yang kecewa dengan sikap orang yang dianggap telah mencapai kesuksesan tetapi menimbulkan banyak kerugian. Seperti itulah kalau kejujuran sudah hilang dari diri kita.

Tentu saja kita harus bertindak, jika melihat sesuatu yang kita anggap tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai agama. Jika kita mampu, maka kita bisa mengubah kemungkaran yang ada di depan mata kita dengan mengingatkan orang yang bersangkutan dengan berbicara baik-baik padanya dan iringi dengan doa untuk memohon bantuan Allah.

posted by Budi Purnomo

Biarpun Waralaba, Harus Ulet dan Jeli

Setelah di-PHK, bila hendak memilih bisnis dengan sistem waralaba, kita mesti pandai-pandai memilih. Saat ini bisnis waralaba sedang marak. Usaha apa saja diwaralabakan. Dari kafe, resto, apotik, salon, travel, makanan, studio foto sampai program pendidikan. Biaya franchise juga bervariasi dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Karenanya, kejelian memilih usaha waralaba menjadi penting. Tidak semua waralaba benar-benar mendatangkan untung. Tak sedikit bisnis waralaba yang sebenarnya belum terbukti menguntungkan, citra dan mereknya juga belum kuat sudah buru-buru diwaralabakan.

Supaya tidak terjerumus, ada baiknya kita menggunakan pedoman WISDOM ala Roy Sembel.

Berbisnis waralaba memang berpotensi sukses lebih besar ketimbang membuka usaha sendiri. Soalnya, waralaba umumnya memiliki sistem dan merek yang kuat. Meski begitu, agar sukses mengembangkan bisnis waralaba, kita tetap membutuhkan jiwa kewirausahaan.

Setelah membuka usaha waralaba, kita tidak bisa berdiam diri saja. Apa pun bisnis yang kita jalankan, pasti akan mengalami pasang surut. Karenanya, kita butuh kemampuan mencari solusi kreatif yang bersifat lokal. Singkatnya, kita harus tetap ulet.


www.intisari-online.com

10 Berani Sukses Ala Andrie Wongso

  1. Pikirkan apa yang berani Anda Impikan!
  2. Inginkan apa yang berani Anda Pikirkan!
  3. Putuskan apa yang berani Anda Inginkan!
  4. Rencanakan apa yang berani Anda Putuskan!
  5. Lakukan apa yang berani Anda Rencanakan!
  6. Yakini apa yang berani Anda Lakukan!
  7. Perjuangkan apa yang berani Anda Yakini!
  8. Sukseskan apa yang berani Anda Perjuangkan!
  9. Nikmati apa yang telah berani Anda Sukseskan!
  10. Sadari apa yang sedang Anda Nikmati!

www.intisari-online.com