Thursday, November 29, 2007

USAHA RINGTONE

Perkembangan handphone yang semakin canggih mendorong lahirnya usaha­usaha pendukungnya. Salah satu usaha yang makin merebak ditekuni orang adatah usaha ringtone. Bagaimana tidak? Investasi awal usahanya alias modal awal yang dibutuhkan sangat kecil dan setanjutnya hanya meng-update lagu yang juga tidak butuh dana besar. Usaha ini ternyata tidak hanya booming di kota-kota besar tapi juga di daerah-daerah. Selain karena usaha ini gampang ditiru dan tidak membutuhkan keahlian khusus, tren pengguna dan penyuka variasi ringtone di daerah pun semakin marak. Seberapa besar keuntungan yang diperoleh dalam usaha ini dan bagaimana potensi pasarnya?

Ringtone apa yang saat ini menjadi favoritmu? Mungkin ada ragam ja­waban yang mencuat, antara lain lagu Kucing Garong atau Nakal-nya Gigi yang sedang diminati banyak orang. Apa pun lagu kesukaan Anda, yang pasti usaha ringtone ini akan terus berkembang karena pada dasar­nya para pecinta handphone akan terus meng-update ring­tone-rongtone terbarunya. Suda­nang Dananjaya, Pengamat Selu­ler mengatakan bahwa usaha ini memiliki prospek yang cerah karena orang yang memiliki handphone biasanya membutuh­kan ringtone sebagai salah satu fitur favorit. Pandangan ini di­pertegas oleh Roy Suryo, Penga­mat dan Pakar Telematika yang mengatakan bahwa usaha ini memang lagi booming karena pada dasarnya setiap orang tidak bisa lepas dari musik. Dan, sarana yang paling simpel untuk men­dengarkan lagu adalah ringtone di handphone.

Dengan potensi pasar yang menggiurkan, tentu saja banyak pemain yang turun di usaha ini, dan akibatnya persaingan usaha­nyapun lumayan ketat. Agar mampu bersaing maka Sudanang menganjurkan agar terus meng­update ringtone-ringtone terbaru yang sedang menjadi tren. "Jangan sekali-kali ketinggalan zaman karena biasanya ringtone ini bertahan di pasar hanya satu sampai tiga bulan," imbuhnya menambahkan. Pemahaman Su­danang ini, dipertegas oleh salah satu pelaku usaha, Paulus yang mengatakan bahwa walaupun persaingan di usaha ini ketat, bukan berarti tidak berpeluang. Asal mampu memberikan pelaya­nan dan kualitas yang terbaik ma­ka Anda akan memenangkan per­saingan. Karena pada dasarnya, da­lam membangun usaha bukan produk yang utama tapi harus sumberdaya manusianya yang di­berdayakan sehingga produk yang dijual bisa diterima pasar dengan balk.

Segmentasi Pasar. Dengan pelayanan yang baik, harus diikuti dengan kejelian menyasar seg­mentasi pasar yang akan dituju. Harus diakui bahwa ringtone me­rupakan produk yang banyak di­gandrungi oleh kalangan muda seperti anak-anak sekolah maupun mahasiswa. Walaupun demikian, bukan berarti kalangan dewasa seperti orang kantoran, bahkan ibu-ibu rumah tangga, tidak tertarik dengan ringtone. "Ini me­nunjukkan bahwa produk ini di­sukai segala umur dan kalangan," papar Roy Suryo.

Walaupun segmentasi pasarnya untuk berbagai kalangan, tapi akan lebih baik jika para pelaku usaha menentukan segmen yang akan dituju. Karena dengan menentukan segmen maka akan berpengaruh pada lokasi usaha. Apakah akan memilih dekat sekolah dan kam­pus, berdekatan dengan peruma­han atau yang memilih menjual produknya di mal. "Karena pada dasarnya usaha ringtone sangat berkaitan erat dengan kemauan pasar," imbuh Paulus, salah satu pelaku usaha ringtone di pe­rumahan.

Selain segmentasi pasar, hal yang tak kalah pentingnya yang harus diperhatikan adalah para pe­laku usaha harus tetap meng-up­date lagu-lagu terbaru agar tidak ketinggalan zaman. "Tanpa updat­ing lagu, maka pasti para pe­langgan akan mencari tempat lain yang bisa memenuhi keinginan para customer ini," papar Wahyu, pelaku usaha ringrone di pinggir jalan.

Agar tidak ketinggalan lagu­lagu terbaru maka para pelaku usaha harus rajin memantau per­kembangan terbaru di televisi. Se­lain itu, bisa juga membeli CD yang kemudian di-copy diicompu­ter atau bisa juga dengan cara pa­ra pelaku usaha mengunjungi si­tus-situs gratis di internet antara lain www.forum.jawir.com, www. oxygenphonemanager.com dan www.multiply.com.

Mudah Dipelajari Secara Otodidak. Bagi yang ingin berke­cimpung di usaha ringtone, tidak perlu takut jika tidak memiliki ke­mampuan teknis karena pada da­sarnya yang penting bisa meng­operasikan komputer dan cara men-download dari internet sudah merupakan modal dalam me­nekuni usaha ini. Jadi tidak mem­butuhkan keahlian khusus, asal mau belajar maka pasti akan bisa memahami dan bisa terjun di usaha ini.

Dengan demikian, peluang usaha ini tidak hanya berkembang di kota-kota besar tapi juga di daerah. Sudanang menjelaskan potensi bisnis ringtone untuk dikembangkan di daerah-daerah sangat bagus sekali karena pemain di daerah masih sangat sedikit dibandingkan dengan kota-kota besar. Apalagi perkembangan teknologi yang makin canggih sehingga orang daerah pun tak mau ketinggalan dengan perkem­bangan yang terjadi di kota-kota besar. Ini berarti usaha ini memi­liki potensi yang besar dikem­bangkan di daerah dikarena har­ga jual ringtone yang lebih ma­hal. Contohnya, di Maluku Utara harga ringtone 4 lagu mencapai Rp 20 ribu, sedangkan di Jawa hanya Rp 10 ribu untuk 3 buah lagu.

Lebih Menguntungkan Usa­ha di Mal. Seiring dengan makin gampangnya handphone dijan­gkau oleh berbagai lapisan, usaha ini memang menggiurkan. Bagai­mana tidak, dengan modal yang kecil serta peralatan seadanya, Anda sudah bisa memulai usaha. Lihat saja Paulus yang memulai usaha hanya bermodal Rp 1, 5 ju­ta. Artinya, jika ingin menekuni usaha ini modal utamanya adalah kemauan, maka usaha tersebut dapat berkembang pesat. Ini di­buktikan oleh Edo, salah satu pe­laku usaha ringtone yang memu­lai usaha dengan modal hanya 1 komputer rakitan dan hanya dalam rentang waktu 2 tahun telah memiliki 6 konter ringtone yang semuanya berada di satu area yang sama yaitu ITC Roxy Mas, Jakarta Barat.

Memang harus diakui bahwa usaha ringtone di pusat perbelan­jaan handphone lebih mengun­tungkan. Ini dikarenakan semua orang yang datang ke tempat ter­sebut pasti mempunyai tujuan yang berkaitan dengan handphone, en­tah untuk membeli, memperbaiki handphone, atau pun untuk mengi­si lagu ringtone. Oleh karena itu, lokasi seperti ini merupakan tempat yang tepat dalam menekuni dan mengembangkan usaha ringtone. Apalagi keuntungan yang diperoleh dengan membuka usaha di pusat perbelanjaan lebih dari 60%. Na­mun, harus diingat bahwa pelaku usaha yang sama di mal semakin banyak sehingga harus ada standar harga yang sama, atau Anda tidak bisa bermain dengan harga. Selain itu, usaha di mal sangat tergantung pada jam buka-tutup mal.

Sementara itu, jika Anda memi­lih usaha di kompleks perumahan atau pinggir jalan, keuntungannya pun tidak kalah dengan yang di mal, rata-rata bisa 50% dari omset. Kelebihannya, rentang waktu buka lebih lama, bahkan bisa 24 jam. Selain itu, harga yang dipatok pun tergantung pada segmentasi pasar yang disasar dan bisa bermain dengan harga.

Nah, agar bisa tetap survive di usaha ini maka ada beberapa tips yang layak diperhatikan antara lain:

Lokasi usaha harus di tempat­ strategis terutama di tempat-tempat berkumpulnya

anak remaja, kuliahan, maupun orang kantoran seperti mall. Kemudian Anda juga harus

mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen clan lengkapi koleksi lagu sehingga tetap up-to-date. Lakukan juga promosi dengan menyebar brosur-­brosur di mana di dalam brosur tercantum reward apabila konsu­men men-download berapa lagu maka akan mendapatkan cindera­mata gratis seperti gantungan kunci atau bisa yang lucu-lucu. De­ngan demikian, maka para custo­mer dimanjain dengan reward-re­ward tersebut, sehingga mereka akan kembali ke tempat usaha yang memberi mereka keuntu­ngan. Tertarik menggeluti usaha ini? Dessy HA – Peluang Usaha

Mengeruk Laba dari Usaha Kue Kering Menjelang Lebaran

Mengeruk Laba dari Usaha Kue Kering Menjelang Lebaran
dan Lebih Menguntungkan Menjadi Pedagang Grosir

- Permintaan Pasar Melonjak antara 100 hingga 700% Menjelang Hari Raya

- Keuntungan Menjadi Pedagang Grosir Bisa Sampai 30%

Bebagai kudapan ringan yang disukai oleh hampir semua orang, permintaan kue kering selalu saja ada. Apalagi menje­lang perayaan hari besar yang jatuh hampir bersamaan yaitu Lebaran, Natal, dan Tahun Baru membuat permintaan pasar terhadap kue kering meningkat pesat. Seperti yang diungkapkan oleh Dedi Hidayat, pemilik J&C Cookies, bahwa kenaikan produksi kue kering­nya menjelang Lebaran mencapai 700 %. Untuk itu, ia telah menyiapkan modal usaha membuat kue kering khu­sus untuk menghadapi m o m e n Lebaran dengan mengge­lontorkan dana senilai Rp 3 miliar. hampir se­mua produ­sen sudah me­mulai aktivitas produksi kue kering sejak 2-3 bulan menjelang Lebaran guna menghadapi permintaan yang terus membanjir. Bahkan banyak di antaranya yang membatasi jangka waktu minimal pemesanannya yaitu seminggu sebelumnya seperti Aci Okan, Pemilik Melati Butter Cookies, produsen kue kering curah, Bogar, Menurut Sisca Susanto, pengamat kuli­ner pengerjaan produksi kue kering memang sebaiknya dilakukan jauh hari sebelum Lebaran tiba. Hal ini untuk menghindari mahalnya harga bahan baku kue kering yang sangat tinggi. "Saat ini bahan baku kue kering terus saja naik, untuk itu sebaiknya para produsen kue kering sudah menyetok bahan baku yang dibutuhkan misalnya saja mentega," urainya lugas.

Tidak Butuh Modal Besar. Sebenarnya bisnis kue kering bisa dilakukan semua orang karena bisnis ini bisa dipelajari sebelumnya. Bagi Anda yang tidak memiliki basic membuat kue kering dapat mengikuti kursus kue kering dengan jangka waktu belajar antara 1- 3 bulan, bahkan bagi yang ingin cepat paham bisa mengambil kelas privat. Apalagi jika Anda memiliki hobi membuat kue kering, tidak ada salahnya menyelami

hobi ini sebagai sebuah peluang usaha: Seperti.yang dilakukan oleh permilik Tasya Cake & Catering, Anna Yanawati Hukom yang tertarik membuat usaha kue kering karena tiap tahun pasti membuat sendiri kue kering yang akan disajikan kepada para tamu saat Lebaran tiba.

Dan sebagai pemula, Anda tak pertu khawatir soal bahan baku dan peralatan yang digunakan. Selain mudah dicari, harga bahan baku dan Peralatannya pun tidak terlalu mahal. Bahkan Ina Wiyandari, pemilik Ina Cook­ies memulai usahanya dari hasil meminjam peratatan kue kering dan bahan baku dari sang kakak,Tapi berkat keuletannya, ia mampu mengembang­kan usaha hingga menembus pasaran ekspor. Sisca Susanto mengungkapkan jika peralatan utama yang wajib ada hanya oven, cetakan, loyang, mixer, bahan kue, dan toples. ladi hanya dengan modal Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu seseorang sudah bisa memulai usaha membuat kue kering.

Tren Kue Kering Lebaran. Nah, agar kue kering yang Anda buat bisa meledak di pasaran sebaiknya Anda perlu mengikuti tren jenis kue kering saat Lebaran tiba. Meskipun tren kue kering sedang marak namun bentuk nastar dan kastengel dalam bentuk konvensional masih juga dicari terutama kalangan menengah ke bawah yang tidak terlalu memperhati­kan soal bentuk dan rasa karena yang penting harganya murah.

Strategi Pemasaran. Bila Anda ingin memasarkan kue kering, bisa memanfaatkan jaringan perkawanan Anda dengan saudara atau rekan sekitar, Siapkan juga sample atau tester untuk menguji apakah kue kering buatan Anda layak jual dan diminati oleh rekan Anda. Sebab, strategi yang paling jitu untuk seorang pemula adalah dengan cara promosi lanqsung ke calon konsumen.Tentu saja inovasi dari sisi rasa dan kualitas kue tetap harus dijaga antara lain dengan mengupayakan agar kue Anda bebas pengawet, dan melakukan cara-cara alami agar kue kering yang dibuat bisa bertahan cukup lama. Misalnya lewat pengovenan kue yang matang secara baik dan penggunaan bahan yang fresh Tidak kadaluwarsa.

Setelah kue kering Anda dikenal oleh masyarakat sekitar maka langkah selanjutnya adalah dengan mengikuti bazaar atau pameran yang diadakan instansi milk pemerintah dan biayanya ada yang free seperti misalnya Pameran yang diadakan Departemen Perdagangan, atau Dinas Pariwisata. Anda bisa juga mencoba menjual kue kering Anda lewat beberapa agen, pengamat mar­keting yang menyatakan strategi pal­ing jitu adalah dengan mengembang­kan sistem distribusi melalui agen atau distributor sebab dengan bantuan mereka pemasaran akan lebih luas dan merata. Hal ini pula yang mengantar­kan Dedi Hidayat, pemilik AC Cookies menjadi produsen kue sukses dengan jumlah produksi sebanyak 138 ton/tahun dengan omset miliaran rupiah.
(Peluang Usaha)

Tuesday, November 6, 2007

Ide Bisnis: Dari Mana Datangnya?

Semua bisnis yang sukses pada mulanya berasal dari satu ide bisnis saja. Coba saja kita lihat eBay, amazon.com, Disneyland, Microsoft, Pixar. Semua adalah perusahaan atau jenis usaha yang meraup pemasukan miliaran dolar. Mereka juga menjadi perusahaan langganan Fortune 500. Siapa yang tidak ingin memiliki usaha seperti ini? Dari mana ide-ide bisnis berpotensi sukses didapatkan?

MENDAPATKAN IDE BISNIS POTENSIAL

Di mana ada kemauan di situ ada jalan, di mana ada kesempatan, di situ ada ide bisnis. Lalu kesempatan apa yang mengandung ide bisnis?
Membantu orang lain. Pierre Omiday, pendiri situs binis di Internet yang mempertemukan pembeli dan penjual dari berbagai penjuru dunia, menemukan ide bisnisnya ketika membantu seorang teman untuk mendapatkan pembeli. Ia lalu membuatkan sebuah situs untuk mempromosikan barang dagangan temannya tersebut, dan mengundang pedagang dan pembeli lainnya untuk juga mencari pembeli atau penjual di situs yang sama. Dalam beberapa bulan setelah peluncuran eBay, jutaan orang telah mengakses situs ini.
Pierre kemudian mengutip uang jasa 25 sen sampai 2 dollar bagi tiap penempatan informasi di situs ini, dan juga mendapatkan komisi beberapa persen saja dari total tiap transaksi.
Dalam tiga tahun setelah diluncurkan pertama kali tahun 1995, eBay sudah layak ditawarkan di pasar publik. Tahun 2000, eBay sudah mengundang 22 juta orang untuk bertransaksi (jumlah ini lebih banyak dari jumlah penduduk di beberapa negara bagian di Amerika Serikat). Dengan penghasilan yang diperolehnya dari situs ini, Pierre akhirnya berhenti dari pekerjaannya sebagai insinyur programming di sebuah perusahaan dan berteken di usaha yang dibangunnya sendiri tersebut.
Hobi. Bill Gates, si raja komputer dari Amerika Serikat, memulai bisnisnya dari sebuah hobi mengutak-atik program komputer. Hobi yang ditekuni dengan serius ini telah berhasil membawa Bill Gates untuk menemukan komputer yang lebih praktis dan lebih mudah digunakan dari pada komputer besar yang pada saat itu digunakan.
Ide ini pernah ingin dijualnya kepada perusahaan besar, tetapi ditolak.
Penolakan tidak membuat Bill Gates patah semangat, ia mencoba menyempurnakan ide bisnisnya tersebut, untuk kemudian dilempar kembali ke pasar sebagai ide bisnis yang ternyata diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan upayanya ini, Bill Gates berhasil membangun kerajaan Microsoft yang saat ini telah menggurita di seluruh dunia dengan pemasukan yang luar biasa.
Pengamatan. Ray Kroc, tokoh di balik sukses restoran waralaba cepat saji McDonald, mendapatkan ide bisnisnya dari pengamatannya terhadap tingkah laku masyarakat pekerja di sekitarnya. Ia mengamati mereka dan mendapatkan bahwa masyarakat pekerja senantiasa sibuk dan menginginkan layanan yang cepat ketika mereka menghabiskan waktu untuk makan siang.
Dari pengamatannya selama perjalanan bisnisnya menawarkan peralatan masak ke beberapa restoran, Ray Kroc yang pada waktu itu berprofesi sebagai tenaga penjual menemukan sebuah restoran unik yang dikelola oleh dua bersaudara McDonald. Restoran ini fokus pada satu jenis masakan saja dan masakan ini juga disajikan dengan efisien sehingga waktu tunggunya juga sangat singkat.
Restoran ini akhirnya dibeli oleh Ray Kroc dan dikembangkan menjadi restoran wara laba yang sukses yang telah merambah hampir ke seluruh negeri yang ada di muka bumi ini.
Ide lama. Jeff Bezos dari Amazon.com mendapatkan ide bisnisnya dengan memperbaharui ide lama penjualan buku di toko buku biasa. Ide lama ini ia perbaharui: tempat penjualan diperbaharui (bukan di toko buku, tetapi di Internet). Cara pembayaran dan pengiriman buku juga diperbaharui (lebih dibuat praktis dan cepat).
Praktis karena pembeli bisa membayar menggunakan kartu kredit kapan saja dan dimana saja ia berada. Pengiriman buku juga dibuat lebih cepat, dari pengiriman buku dengan memesan secara tradisional ke toko buku biasa.
Ide orang lain. Jennifer Basye Sander membangun kerajaan ”Buku Kuning” (direktori) seluruh bisnis yang dikelola oleh wanita di kota tempat ia tinggal. Ternyata buku ini akhirnya menjadi laris. Informasi dalam buku ini senantiasa diperbaharui agar selalu up-to-date.
Dari mana ide ini berasal? Ternyata ide ini ditemukan oleh Jennifer, penulis buku ”Niche and Grow Rich”, dari kota lain yang sempat ia kunjungi yang juga memiliki Direktori serupa yang ternyata laris manis di kota tadi. Ia lalu membawa ide bisnis ini (ide orang lain yang telah sukses diterapkan di satu kota) untuk diterapkan di kota tempat ia tinggal. Ternyata ide inipun mendapat sambutan yang luar biasa yang memberikan pemasukan yang memuaskan Jennifer Basye Sander.
Kolaborasi. Dua kepala lebih baik dari satu (Two heads are better than one). Begitu kata pepatah. Ternyata ada benarnya juga.
Dewitt dan Lila Wallace berkolaborasi sebelum berhasil membangun kerajaan bisnis dari penerbitan majalah inspirasi bulanan Reader’s Digest. Ketika baru pulang dari tugas negara pada Perang Dunia II, Dewitt mendiskusikan ide untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka dan menemukan ide-ide yang dapat diterapkan untuk mendapatkan pemasukan.
Dari hasil diskusi dengan isterinya Lila, Dewitt akhirnya mendapatkan ide bisnis yang cemerlang. Ide ini berhasil memberi inspirasi dan manfaat bagi banyak orang di seluruh dunia.
Mengubah Ide Bisnis Menjadi ”Uang”Setelah kita mendapatkan ide bisnis yang brilian, lalu apa langkah kita selanjutnya untuk mengubah ide tersebut menjadi mesing uang? Banyak sekali yang bisa kita lakukan, namun berikut ini ada beberapa ide yang mungkin bisa Anda coba.
Terbitkan. Tom Peters, Alvin Toffler, Ken Blanchard, Maxwell adalah beberapa tokoh yang menuangkan ide bisnis mereka dalam buku-buku yang lalu mereka terbitkan. Demikian pula dengan para pengarang novel ternama, seperti Stephen King, Agatha Christie yang menuangkan ide-idenya dalam novel yang kemudian diterbitkan. Dari buku-buku ini, sang pengarang mendapatkan pemasukkan, apalagi jika buku-buku ini menjadi buku yang laris.
Catatkan secara hukum. Ide Anda juga bisa Anda catatkan untuk mendapatkan copy right. Seorang artis Indonesia mencatatkan gayanya disertai kalimat khusus untuk mengungkapkan gaya tersebut untuk mendapatkan hak cipta.
Hak Cipta ini bisa mendatangkan royalty dalam bentuk uang yang bisa Anda nikmati ketika orang lain menggunakan ide Anda. Anda juga bisa menjual hak cipta ini (baik sebagian ataupun seluruhnya) kepada perusahaan lain atau orang lain dan mendapatkan uang juga dari sini.
Demokan. Cara lain untuk mengubah ide menjadi keuntungan finansial adalah dengan mendemokan kepada publik melalui seminar, pelatihan, ataupun sekedar pertunjukkan dalam bentuk hiburan. Beberapa akademisi dan praktisi memilih cara ini untuk memperkenalkan ide mereka kepada publik.
Robert T Kiyosakhi, setelah menuliskan idenya dan menerbitkan buku yang mencakup ide ini, ia mendemokan cara menerapkan ide-idenya melalui seminar keliling dunia. Beberapa waktu lalu, penulis dan pebisnis kondang inipun dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk berseminar di sini. Tentunya, Anda harus sudah mengenal siapa target audience yang akan menghadiri seminar, pelatihan, atau pertunjukkan yang Anda gelar.
Berikan sebagai nasihat kepada orang lain. Pada saat tulisan ini sedang dikerjakan, penulis sedang berada di depan televisi menonton acara yang disampaikan oleh Suze Orman di sebuah stasiun televisi dunia. Suze Orman menerima berbagai pertanyaan dari pemirsa di seluruh dunia tentang bagaimana mengelola keuangan pribadi.
Dengan pengalaman yang luas, pengetahuan yang dalam, dan rasa percaya diri tinggi, Suze berinteraksi dengan para pemirsa sambil memberikan kiat-kiat praktis mengelola keuangan pribadi. Ternyata cara ini (memberikan ide kita kepada orang lain dalam bentuk tips praktis) bisa juga dijadikan cara untuk mengubah ide menjadi ”uang.”
Jual sebagai konsumsi masyarakat. Cara umum yang banyak diterapkan orang adalah mengubah ide menjadi produk atau jasa yang bisa dijual untuk konsumsi masyarakat. Howard Schultz mengubah ide bisnisnya (bahwa masyarakat memerlukan tempat untuk berdiskusi dengan minuman dan makanan ringan) ini menjadi mesin uang dengan mendirikan kedai kopi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat banyak terutama masyarakat bisnis.
Ide sederhana namun unik untuk menjual air putih cepat saji juga telah terbukti sukses. Ide ini diterapkan dengan menjual air putih dalam kemasan, yang kemudian laris manis, bahkan telah diikuti oleh berbagai pihak untuk mengeruk keuntungan dari ide yang sejenis.
Ide akan tetap berupa ide jika tidak diupayakan untuk diubah menjadi bentuk usaha yang mendatangkan uang. Jadi, ide yang baru saja Anda baca ini perlu Anda tindaklanjuti dengan tindakan nyata: mencari ide dan mengubah ide menjadi mesin uang.
Namun yang perlu diingat juga, setelah ide Anda menjadi mesin uang, ide ini harus senantiasa diperbaharui ataupun dilengkapi agar tidak tergilas oleh pihak lain yang ingin meniru ide ini. Selamat mencari ide dan mengubah ide Anda menjadi sumber uang.n

Copyright © Sinar Harapan 2003